Daging Buatan Laboratorium untuk Menghadapi Krisis Makanan

Daging Buatan Laboratorium untuk Menghadapi Krisis Makanan

Selasa, 15 September 2020


Daging Buatan Laboratorium untuk Menghadapi Krisis Makanan - Teknologi semakin berkembang dan menorehkan perannya dalam segala aspek kehidupan. Teknologi banyak membantu meringankan kegiatan manusia, baik yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Manusia tentu menjadi lebih bergantung pada teknologi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.


Krisis makanan menjadi salah satu hal yang diprediksi akan terjadi di masa depan. Hal tersebut dikarenakan tingginya permintaan terhadap suatu bahan makanan karena bertambahnya populasi yang berbanding terbalik dengan rendahnya ketersediaan bahan makanan. Fenomena ini membuat para ilmuwan yang berkecimpung di bidang teknologi ikut mengadakan penelitian serta berinovasi untuk membuat suatu terobosan baru.


Untuk menghadapi krisis makanan di masa depan, para ilmuwan di bidang teknologi dan kesehatan bekerja sama untuk menemukan suatu inovasi. Mereka mencoba menerapkan bioteknologi dan teknik kultur sel untuk membuat dan menumbuhkan daging di sebuah laboratorium. Pembuatan daging tersebut diciptakan melalui diambilnya sel seekor hewan seperti ayam, sapi, ataupun babi. Kemudian sel tersebut dimasukkan ke dalam suatu bioreaktor untuk dikembangkan lebih lanjut.


Berikut beberapa manfaat dari daging yang dikembangkan di laboratorium:


• Terjaminnya Kesterilan Bahan

Daging yang dikembangkan di dalam sebuah laboratorium tentu lebih terjamin kesterilan bahannya dibanding daging asli yang berasal dari hewan. Hal tersebut dikarenakan ilmuwan menggunakan bahan-bahan yang higienis dari awal proses pembuatan sampai tercipta replika daging yang sesungguhnya. Pengamanan untuk alat-alat yang digunakan juga bisa dipastikan kebersihannya.


• Mengatasi Tingginya Permintaan Daging

Tidak dapat dipungkiri bahwa daging menjadi bahan makanan yang banyak dipakai di seluruh dunia. Hal ini menjadi tidak wajar ketika permintaan ketersediaan bahan meningkat , sementara pemasokan bahan makanan menurun. Hal tersebut dikarenakan perhatian terhadap industri pengolahan daging konvensional yang dapat meningkatkan pemanasan global dan menurunnya spesies hewan secara drastis. Dalam menghadapi krisis makanan di masa depan, cara ini dianggap bisa mengatasi hal tersebut.


Demikian beberapa manfaat mengenai inovasi baru yang dikembangkan oleh ilmuwan dalam menghadapi krisis makanan di masa depan. Inovasi tersebut tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi. Hal ini diharapkan terus berkembang dan bisa mengatasi isu-isu dunia di masa depan.